Ada Apa Dengan Doa Kita

Posted on November 4th, 2008

Abu Hurairah ra. Berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
“Allah swt. Berfirman,“Barangsiapa yang memusuhi kekasihku, maka Aku nyatakan perang terhadapnya. Tiada sesuatu yang dipergunakan mendekat oleh hamba-Ku yang lebih aku sukai daripada yang telah Aku wajibkan kepadanya. Tiada hentinya hambaku mendekat kepada-Ku dengan ibadah sunnah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi telinga yang ia gunakan untuk mendengar, (Aku menjadi) mata yang ia gunakan untuk melihat, (Aku menjadi) tangan yang ia gunakan untuk memukul, dan (Aku menjadi) kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku memberinya, dan jika ia meminta perlindungan-Ku, niscaya Aku memberikan perlindungan kepadanya”.

Sebagai renungan untuk kita semua.
Seandainya kita merasa doa yang selama ini kita panjatkan tidak “tok cer”, seolah-olah tidak mendapat respon dari Nya. Simak kembali hadits di atas. hingga kita temukan jawaban yang sebenarnya.

Tips Menjernihkan air tanah

Posted on May 28th, 2008

Siapa saja yang bermukim di sekitar Margahayu raya dan sekitarnya, Cisaranten, dan beberapa daerah lain yang berada di selatan kota Bandung, umumnya memiliki kualitas air tanah yang kurang baik. air di sekitar selatan kota bandung  tsb memiki kadar besi dan mineral logam lain yang tinggi.

AIr di daerah tsb berwarna kekuningan atau bahkan bisa juga keruh seperti bajigur. ada juga yang bening saat dipompa, namun dalam beberapa menit, keadaan nya berubah. air menjadi keruh dan tampak seperti berminyak.

untuk mengatasi kualitas air seperti itu, maka dapat digunakan beberapa acara seperti berikut ini:

1. siapkan kaleng atau drum bekas cat ukuran besar sebanyak 2 buah.

2.  masing-masing diisi bahan-bahan karbon aktif (atau bisa juga gunakan arang batok kelapa), ijuk, zeolit, bata merah atau genting yang sudah dihaluskan.

3.  lalu masukan air tanah yang beru dipompa kedalam kaleng tersebut.

4. maka air yang tadinya bau besi dan keruh akan menjadi bening dan takberbau.

air tersebut tidak akan membuat pakaian putih menjadi kuning, kamar mandi tampak seperti tidak diurus dan kulit menjadi lebih gelap. tapi air tersebut bahkan aman untuk dikonsumsi. namun demikian coba konsultasikan dulu atau cek kondisi air ke lab untuk lebih meyakinkan kita tentang aman atau tidaknya jika dikonsumsi.

selamat mencoba.

Brain-Based Learning

Posted on February 15th, 2008

Brain-based Learning, one of best education theory, is based on the function and structure of the brain. Learning occurs when the brain is not prohibited from fulfilling its normal processes.


Many people say that everybody is able to learn. Now the reality is that everyone does learn. People are born with a brain that functions as an immensely powerful processor. Unfortunately, Traditional schooling often inhibits learning by discouraging, ignoring, or punishing the brain’s natural learning processes.
Read more »

Kesalahan Kembar Guru Matematika

Posted on January 31st, 2008

Melihat dunia pendidikan nasional yang sepertinya ‘berjalan di tempat’ tidak mengalami perubahan yang luarbiasa, kemungkinan dikarenakan banyak hal. Salah satunya adalah ketidak jelasan arah dari pemerintah tentang sasaran atau target belajar dari setiap level/jenjang pendidikan. Read more »

Tips Membuat anak tidak takut Matematika

Posted on January 24th, 2008

Ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab oleh para orang tua dan juga guru. Dari pertanyaan ini akan lahir pemikiran dan langkah–langkah yang harus dilakukan. Pertanyaan tersebut adalah:

Apa pentingnya matematika bagi kehidupan anak?, mengapa anak harus belajar matematika?, Apa yang akan terjadi jika anak tidak menguasai matematika?, bagaimana jika orang tua tidak menguasai matematika?, bagaimana jika anak benci matematika?.

Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang perlu dijawab. Setelah kita dapatkan jawabannya, maka kita perlu memikirkan pendekatan yang harus dilakukan agar anak tidak fobia matematika bahkan jatuh cinta padanya.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi atau membuat anak cinta matematika adalah:

Pertama, pastikan anak dalam keadaan senang hati saat akan belajar. Artinya perlu dicari waktu yang tepat dalam memulai pelajaran.

Kedua, Yakinkan diri kita sebagai orang tua, bahwa saat akan mengajarkan matematika dalam keadaan senang, menguasai materi (walau Cuma sedikit). Hal ini bukan berarti setiap kita harus jago matematika, karena katanya ada juga anak yang bangga jika kemampuan matematikanya lebih baik dari pada orang tuanya. Read more »

Best school for Our Children

Posted on January 23rd, 2008

“Ibu guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis itu hanya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena gurunya sudah tidak tahan, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah” Tetsuko Kuroyanagi.

Kisah yang di alami Toto chan tersebut bisa saja terjadi pada anak kita. Anak yang aktif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, selalu ingin mencoba sesuatu, banyak bertanya, barangkali tidak biasa bagi beberapa pengajar, sehingga mereka kadang-kadang bahkan seringnya dianggap nakal, tidak nurut, tidak tertib dan segudang label lain yang diberikan kepada anak tersebut.

Read more »

Classroom displays

Posted on January 22nd, 2008

catatan tambahan ttg cara mendisplay kelas:

Do you put as much thought as you might into making your classroom a child-friendly place? Research shows that a well thought-out learning space makes children more likely to want to learn.

September has arrived and with it a new academic year. The classroom is a blank canvas awaiting an inspired display to enthuse your new class. But just how important is your classroom display? Are those long hours spent creating the new display worth it?

Definitely, say those who know. A stimulating environment makes for a stimulated child. This may seem like an obvious statement but apparently it cannot be emphasized enough. Educational psychologists have found that environment can have a large impact on children’s learning. There are classrooms that alienate children and those that engage them, and much research shows that children who feel engaged in their classroom are more receptive.

Read more »

Tips Membuat Lesson Plan

Posted on January 18th, 2008

Apakah anda baru jadi guru ataupun seorang guru senior, maka anda akan memerlukan lesson plan /rencana belajar yang baik untuk diajarkan. Anda tidak bisa begitu saja datang ke kelas tanpa perencanaan atau persiapan. Berikut ini adalah tips bagaimana membuat perencanaan belajar/lesson plan yang baik.1.       Lesson plan anda sebaiknya dituangkan dalam secarik kertas, dapat berbentuk spreadsheet atau apapun yang penting anda mudah membaca dan mengimplementasikannya.
2.       Jika anda mau, anda boleh memberi catatan singkat ttg LP sebelumnya dan LP yang akan dating, sehingga anda dapat membayangkan kesinambungan materi dan kegiatan yang dilakukan secara menyeluruh. 3.       Pastikan bahwa LP anda benar-benar dapat dan mudah dibaca dan dimengerti. Jika ada guru pengganti, karena anda berhalangan, maka dia dapat melanjutkan pengajaran sesuai yang anda rencanakan.  4.       Pastikan LP anda cocok  antara materi yang diberikan dengan siswa yang akan menerima pelajaran anda. 5.       LP harus memiliki awal/pembukaan yang menarik, berbagai aktivitas yang mendidik dan menyenangkan, serta memuat cara implementasi bagi siswa-siswa tertentu (tidak general activities)  6.       Pastikan rincian waktu di setiap sesi kegiatan, mulai dari pembukaan, kegiatan utama hingga penutupan. Dari sana anda bias tahu kegiatan mana yang harus ditambah dan atau dikurangi/dihilangkan jika waktunya tidak memungkinkan. 

7.     Read more »

Tips belajar yang baik

Posted on January 15th, 2008

Belajar itu wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar biasa dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar  juga dapat dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Tips meningkatkan kemahiran Komunikasi

Posted on January 15th, 2008

Agar terjadi peningkatan kualitas hubungan interpersonal, kita perlu meningkatkan kualitas komunikasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal adalah:

  1. Percaya/trust. Bila seseorang punya perasaan bahwa dirinya tidak akan dirugikan, tidak akan dikhianati, maka orang itu pasti akan lebih mudah membuka dirinya. Percaya pada orang lain akan tumbuh bila ada faktor-faktor sebagai berikut:
    1. Karakteristik dan maksud orang lain, artinya orang tersebut memiliki kemampuan, ketrampilan, pengalaman dalam bidang tertentu. orang itu memiliki sifat-sifat bisa diduga, diandalkan, jujur dan konsisten.
    2. Hubungan kekuasaan, artinya apabila seseorang mempunyai kekuasaan terhadap orang lain, maka orang itu patuh dan tunduk.
    3. Kualitas komunikasi dan sifatnya menggambarkan adanya keterbukaan. Bila maksud dan tujuan sudah jelas, harapan sudah dinyatakan, maka sikap percaya akan tumbuh.
  2. Prilaku suportif akan meningkatkan komunikasi. Beberapa ciri prilaku suportif yaitu:
    1. Deskripsi: penyampaian pesan, perasaan dan persepsi tanpa menilai atau mengecam kelemahan dan kekurangannya.
    2. Orientasi masalah: mengkomunikasikan keinginan untuk kerja sama, mencari pemecahan masalah. Mengajak orang lain bersama- sama menetapkan tujuan dan menentukan cara mencapai tujuan.
    3. Spontanitas: sikap jujur dan dianggap tidak menyelimuti motif yang terpendam.
    4. Empati: menganggap orang lain sebagai persona.
    5. Persamaan: tidak mempertegas perbedaan, komunikasi tidak melihat perbedaan walaupun status berbeda, penghargaan dan rasa hormat terhadap perbedaan-perbedaan pandangan dan keyakinan.
    6. Profesionalisme: kesediaan untuk meninjau kembali pendapat sendiri.
  3. Sikap terbuka, kemampuan menilai secara objektif, kemampuan membedakan dengan mudah, kemampuan melihat nuansa, orientasi ke isi, pencarian informasi dari berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinannya, profesional dan lain sebagainya.

Agar komunikasi interpersonal yang dilakukan menghasilkan hubungan interpersonal yang efektif dan kerja sama bisa ditingkatkan, kita perlu bersikap terbuka dan menggantikan sikap dogmatis. Kita perlu juga memiliki sikap percaya, sikap mendukung, dan terbuka yang mendorong timbulnya sikap saling memahami, menghargai dan saling mengembangkan kualitas. Hubungan interpersonal perlu ditumbuhkan dan ditingkatkan dengan memperbaiki hubungan dan kerjasama antara berbagai pihak, tidak terkecuali dalam lembaga pendidikan.

























































3 gp























2